Mitos: Scrum tidak peduli dengan kualitas

Salah satu pertimbangan orang-orang atau sebuah perusahaan sebelum menerapkan Scrum adalah atensi terhadap kualitas. Banyak praktisi software delivery yang beranggapan kalau Scrum tidak peduli dengan kualitas dan hanya lebih mementingkan kecepatan delivery. Anggapan banyak orang Scrum hanya peduli dengan kecepatan delivery dan mengesampingkan kualitas. Anggapannya kualitas nanti dulu asalkan cepat. Anggapan ini yang membuat banyak pihak skeptik dengan Scrum.

Scrum justru menomor-satukan kualitas. Tim Scrum yang agile menomor-satukan technical excellence. Karena tanpa kualitas, perusahaan tidak dapat mencapai business agility dalam jangka panjang. Karena Scrum peduli dengan kualitas, artinya:

  1. Jumlah scope yang dihantarkan dalam satu Sprint dinegosiasikan jumlahnya oleh Development Team dengan Product Owner dan jumlahnya bisa lebih sedikit dari ekspektasi.
  2. Bila scope tersebut ingin tetap dihantarkan artinya Product Owner menambahkan Sprint untuk scope yang tidak bisa masuk ke Sprint berjalan.

Scrum lebih peduli dengan sustainability. Dan untuk mencapai sustainability berarti kualitas sudah harus menjadi investasi dari awal pengembangan software. Agility dilihat dari seberapa sustainable Tim Scrum tersebut dalam jangka panjang bukan hanya kecepatan delivery dalam jangka pendek.

Bila kita membaca Scrum Guide di bagian Definition of Done, “Selesai” artinya software yang dihantarkan sudah berfungsi, memenuhi standar kualitas yang telah ditentukan oleh organisasi dan bisa langsung dimasukkan ke lingkungan produksi. Definisi Selesai ini menjadi acuan yang digunakan Product Owner dan Development Team sepanjang Sprint dan pada saat Sprint Review ketika Product Owner dan Development Team bersama para stakeholder meninjau software yang telah selesai di Sprint tersebut. Tim Scrum yang sangat agile memenuhi Definisi Selesai ini setiap saat bukan hanya di akhir Sprint hingga Product Owner dapat men-deploy software tersebut ke lingkungan produksi kapanpun ia mau di dalam Sprint. Tim Scrum yang sangat agile mempraktikkan continuous delivery dan DevOps untuk bisa mencapai hal tersebut. Kualitas Tim Scrum dan kualitas produk yang mereka hantarkan bisa dilihat dari “Definisi Selesai” mereka dan seberapa religius mereka untuk memenuhi Definisi Selesai mereka.

Tidak transparannya Definisi Selesai adalah permasalahan seputar kualitas yang dialami oleh tim yang menggunakan Scrum. Hal ini seringkali terjadi karena banyak Tim Scrum yang hanya melakukan ritual Scrum tetapi tidak menitik-beratkan Definisi Selesai. Hal ini seringkali terjadi karena banyak Tim Scrum yang tidak tahu bagaimana bentuk Definisi Selesai yang bagus. Hal ini terjadi karena mereka tidak memiliki Scrum Master yang dapat membimbing mereka dalam pendefinisian Definisi Selesai yang bagus. Di buku Manajemen Modern dengan Scrum, saya menjabarkan contoh Definisi Selesai tim Scrum yang agile.

Definisi Selesai ini didiskusikan bersama antara Product Owner dan Development Team sebelum pengembangan produk dimulai atau sebelum Sprint pertama dimulai. Definisi Selesai adalah kesepakatan bersama antara Development Team dan Product Owner mengenai standar kualitas yang harus dipenuhi. Diskusi ini bisa difasilitasi oleh Scrum Master. Product Owner yang baik menomor-satukan kualitas dan menegosiasikan jumlah scope untuk setiap Sprint. Scrum Master yang baik dapat membimbing Product Owner dan Development Team agar tidak pernah mengorbankan kualitas karena hal tersebut dapat merugikan perusahaan dalam jangka panjang. Dan Development Team yang baik selalu meningkatkan keahliannya agar Definisi Selesai bisa menjadi semakin baik dari Sprint ke Sprint dan selalu professional untuk selalu menjaga kualitas.

Definisi Selesai dan mitos mengenai Scrum tidak peduli dengan kualitas akan menjadi topik yang bisa ditanyakan peserta pada saat Scrum Day Bandung 2018 di coaches clinic ke Scrum Coach yang berpengalaman dan memahami Definisi Selesai. Scrum Day Bandung 2018 juga memiliki track khusus Technical Excellence yang akan membahas banyak mengenai praktik-praktik agile yang ada di dalam Definisi Selesai. Bagi praktisi Scrum yang belum memahami Definisi Selesai ataupun saat ini tim Scrum-nya belum dapat menghantarkan software berkualitas tinggi secara sustainable, jangan lupa untuk menghampiri para coach di Scrum Day Bandung 2018.

Leave a Reply